PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP KECEMASAAN MELALUI ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.S DENGAN STEMI DI RUANGAN CVCU RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU

Authors

  • Sona Listari Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Riani Riani Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Neneng Fitria Ningsih Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

DOI:

https://doi.org/10.31004/jiik.v3i4.50155

Keywords:

Kecemasaan, Relaksasi otot progresif, Stemi

Abstract

Kecemasan adalah gangguan perasaan yang ditandai dengan kekhawatiran berlebihan, yang dapat mengganggu fungsi fisik maupun psikologis seseorang. Di Indonesia, sekitar 5% penduduk mengalami kecemasan, baik dalam bentuk akut maupun kronis. Salah satu metode penatalaksanaan kecemasan yang efektif adalah psikoterapi, khususnya melalui terapi relaksasi otot progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR). Terapi ini dilakukan dengan cara menegangkan dan kemudian merilekskan kelompok otot tertentu, yang bertujuan untuk menurunkan ketegangan otot dan menciptakan rasa rileks. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan dalam mengurangi kecemasan melalui terapi PMR pada pasien dengan keluhan kecemasan. Studi dilakukan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru terhadap satu pasien yang didiagnosis dengan STEMI. Pasien mengeluhkan kecemasan yang ditandai dengan jantung berdebar, kebingungan, dan kesulitan konsentrasi. Terapi PMR diberikan secara langsung dengan metode observasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan dari skor 18 menjadi 5 setelah intervensi dilakukan.Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif efektif dalam mengurangi kecemasan pada pasien dengan gangguan jantung. Diharapkan pasien dapat terus mengaplikasikan teknik ini secara mandiri untuk menjaga kestabilan emosinya.Kecemasan adalah gangguan perasaan yang ditandai dengan kekhawatiran berlebihan, yang dapat mengganggu fungsi fisik maupun psikologis seseorang. Di Indonesia, sekitar 5% penduduk mengalami kecemasan, baik dalam bentuk akut maupun kronis. Salah satu metode penatalaksanaan kecemasan yang efektif adalah psikoterapi, khususnya melalui terapi relaksasi otot progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR). Terapi ini dilakukan dengan cara menegangkan dan kemudian merilekskan kelompok otot tertentu, yang bertujuan untuk menurunkan ketegangan otot dan menciptakan rasa rileks. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan dalam mengurangi kecemasan melalui terapi PMR pada pasien dengan keluhan kecemasan. Studi dilakukan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru terhadap satu pasien yang didiagnosis dengan STEMI. Pasien mengeluhkan kecemasan yang ditandai dengan jantung berdebar, kebingungan, dan kesulitan konsentrasi. Terapi PMR diberikan secara langsung dengan metode observasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan dari skor 18 menjadi 5 setelah intervensi dilakukan.Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif efektif dalam mengurangi kecemasan pada pasien dengan gangguan jantung. Diharapkan pasien dapat terus mengaplikasikan teknik ini secara mandiri untuk menjaga kestabilan emosinya.

References

Al-Yyan, A. A., Elayan, A. A., & Saleh, M. (2024). The Effectiveness of Using Progressive Muscle Relaxation Techniques on Quality of Life, Stress, And Anxiety Among Acute Myocardial Infarction: A Systematic Review. OBM Neurobiology, 8(2). https://doi.org/10.21926/obm.neurobiol.2402226

Al, J. J. et. (2022). FullBook Konsep dan Sistem Keperawatan Gawat Darurat.

Alvionita, S., Wongkar, D., & Pasiak, T. F. (2022). Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Kecemasan. EBiomedik, 10(1), 42–49.

Amir, F. (2020). A Comparative Study Of The Effectiveness Of Progressive Muscle Relaxation and Deep Breathing Exercise In reducing anxiety in Ischemic Heart Disease Patients. JURNAL MEDICAL P-ISSN : 2685-7960 e-ISSN : 2685-7979, 1(2), 15–21. https://doi.org/10.36089/jm.v1i2.257

Ardika, N. A. (2024). Pengaruh pelatihan relaksasi otot progresif terhadap penurunan kecemasan penderita penyakit kronis pada lansia. 12(3), 623–632.

Carica, W. (2022). No Title. PMR Menurunkan Tingkat Kecemasaan.

GBD. (2020). No Title. Congestive Heart Failur.Retrieved from Https://Www.Healthdata. Org/Data Visualization.

Muhammad Khir, S., Wan Mohd Yunus, W. M. A., Mahmud, N., Wang, R., Panatik, S. A., Mohd Sukor, M. S., & Nordin, N. A. (2024). Efficacy of Progressive Muscle Relaxation in Adults for Stress, Anxiety, and Depression: A Systematic Review. Psychology Research and Behavior Management, 17(January), 345–365. https://doi.org/10.2147/PRBM.S437277

Nguyen, K. T., Hoang, H. T. X., Bui, Q. V., Chan, D. N. S., Choi, K. C., & Chan, C. W. H. (2023). Effects of music intervention combined with progressive muscle relaxation on anxiety, depression, stress and quality of life among women with cancer receiving chemotherapy: A pilot randomized controlled trial. PLoS ONE, 18(11 November), 1–15. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0293060

PPNI. (2018). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.

PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.

PPNI. (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.

Sulastini, S., Mediani, H. S., Fitria, N., & Nugraha, B. A. (2019). Effect of Progressive Muscle Relaxation on Anxiety in Congestive Heart Failure Patients. Jurnal Keperawatan Soedirman, 14(2). https://doi.org/10.20884/1.jks.2019.14.2.816

Tiara Nurbaiti Nusa, Haslinda Damansyah, Susanti Monoarfa, & Agusalim Dali. (2023). Penerapan Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kecemasan Pasien STEMI di Ruangan CVCU RSUD Prof.Aloei Saboe. Jurnal Ventilator, 1(2), 89–98. https://doi.org/10.59680/ventilator.v1i2.307

Toussaint, L., Nguyen, Q. A., Roettger, C., Dixon, K., Offenbächer, M., Kohls, N., Hirsch, J., & Sirois, F. (2021). Effectiveness of Progressive Muscle Relaxation, Deep Breathing, and Guided Imagery in Promoting Psychological and Physiological States of Relaxation. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2021. https://doi.org/10.1155/2021/5924040

WHO. (2020). No Title. WHO Reveals Leading Causes of Death and Disability Worldwide.

Widianingsih, H., & Sahrudi, S. (2022). Efektivitas Tindakan Primary Percutaneous Coronary Intervention Pada Pasien Stemi Onset Kurang Dari 6 Jam. Malahayati Nursing Journal, 4(3), 733–745. https://doi.org/10.33024/mnj.v4i3.6086

Downloads

Published

2025-09-25