Hubungan Antara Indeks Masa Tubuh (IMT) dengan Kejadian gout Arthritis pada Usia 40-44 Tahun di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tambang

Authors

  • Delvira Husni Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Ridha Hidayat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Milda Hastuty Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

DOI:

https://doi.org/10.31004/jiik.v3i4.48910

Keywords:

Indeks Massa Tubuh; Gout Arthritis; Usia 40–44 Tahun

Abstract

Gout arthritis menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup umum terjadi pada usia lanjut dan sering dikaitkan dengan kadar asam urat yang tinggi serta indeks massa tubuh (IMT) yang tidak ideal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian gout arthritis pada usia 40–44 tahun di Desa Tarai Bangun, wilayah kerja UPT Puskesmas Tambang.  Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah populasi sebanyak 3.721 dan jumlah sampel sebanyak 97 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat dan tinggi badan untuk menentukan IMT serta pemeriksaan kadar asam urat menggunakan alat Easy Touch GCU. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian gout arthritis dengan nilai p = 0,047 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tidak ideal IMT seseorang, maka risiko terkena gout arthritis cenderung meningkat. Oleh karena itu, menjaga berat badan ideal dan menerapkan gaya hidup sehat sangat penting dalam mencegah gout arthritis. Disarankan untuk meningkatkan edukasi mengenai gizi seimbang dan gaya hidup sehat, serta melakukan skrining rutin terhadap IMT dan kadar asam urat sebagai bentuk pencegahan. Kata kunci: Indeks Massa Tubuh; Gout Arthritis; Usia 40–44 Tahun

References

DAFTAR PUSTAKA

Andriani, D., & Wahyuni, E. (2020). Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Gout Arthritis pada Lansia di Puskesmas X. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, 9(1), 45–52.

Anindita, R., & Ramelan, D. (2022). Hubungan antara pola makan tinggi purin dengan kejadian gout arthritis pada individu dengan berat badan normal di wilayah urban. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia, 17(1), 72–78.

Azari RA. 2014. Journal Reading: Artritis Gout. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung.

Bardin, T., & Richette, P. (2020). Definition of hyperuricemia and gouty conditions. Current Opinion in Rheumatology, 32(2), 117–123. https://doi.org/10.1097/BOR.0000000000000692

Choi, H. K., McCormick, N., Lu, N., Rai, S. K., Yokose, C., & Zhang, Y. (2020). Prevalence of hyperuricemia and gout: a systematic review and meta-analysis. Arthritis Research & Therapy, 22(1), 1-12.

Dalbeth, N., Choi, H. K., & Joosten, L. A. B. (2019). Gout. Nature Reviews Disease Primers, 5(1), 69. https://doi.org/10.1038/s41572-019-0115-y

Dalbeth, Nicola & Allan, Jordyn & Gamble, Gregory & Horne, Anne & Woodward, Owen & Stamp, Lisa & Merriman, Tony. (2020). Effect of body mass index on serum urate and renal uric acid handling responses to an oral inosine load: experimental intervention study in healthy volunteers. Arthritis Research & Therapy. 22. https://doi.org/10.1186/s13075-020-02357y.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, (2024). Profil Kesehatan Kabupaten Kampar. Kampar, Dinkes Kabupaten Kampar.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau, (2022). Profil Kesehatan Provinsi Riau. Riau, Dinkes Riau.

Dungga, E. F. (2022). Pola Makan dan Hubungannya Terhadap Kadar Asam Urat. Jambura Nursing Journal,4(1),715.https://doi.org/10.37311/jnj.v4i1.13462.

tikan, I., Musa, S. A., & Alkassim, R. S. (2016). Comparison of convenience sampling and purposive sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics, 5(1), 1–4. https://doi.org/10.11648/j.ajtas.20160501.11

Hainer, V., Aldhoon-Hainerová, I., & Zamrazilová, H. (2020). Obesity and its cardiometabolic complications. Vnitřní lékařství, 66(1), 24-31.

Kemenkes RI. (2018). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementrian Republik Indonesia

Larsson, S. C., Carlström, M., & Michaëlsson, K. (2020). Body mass index and the risk of gout: A systematic review and dose-response meta-analysis of prospective studies. European Journal of Nutrition, 59(7), 3027-3035. https://doi.org/10.1007/s00394-020-02188-2

Lestari, Ayu Dwi; Putri, Riska Hediya; Yunitasari, Eva. (2020). Hipertensi pada Wanita Menopause; Sebuah Tinjauan Literatur. Wellness and Healthy Magazine. Vol. 2, No.2 p.309-313.

Lestari, N. & Hidayat, R. (2018). Faktor Risiko Gout Arthritis pada Masyarakat Pedesaan di Jawa Timur. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(2), 110–117.

Li, C., Hunsicker, L. G., Wu, X., & Zhang, Y. (2022). Physical activity and risk of incident gout among men: A prospective cohort study. Journal of Rheumatology, 49(3), 352–358. https://doi.org/10.3899/jrheum.210525

Li et al (2022). Visceral fat area and body fat percentage measured by bloelectrical Impedance analysis correlate with glycometabolism. BMC Endocrine Disorder, Article number:https://doi.org/10.1186/s12902-022-01142-z.

Li, R., Yu, K., & Li, C. (2020). Dietary factors and risk of gout and hyperuricemia: A meta-analysis and systematic review. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 29(4), 667-678. https://doi.org/10.6133/apjcn.202012_29(4).0001

Nakayama, A., Matsuo, H., & Ichida, K. (2021). Genetic and molecular basis of hyperuricemia and gout. International Journal of Molecular Sciences, 22(17), 9221. https://doi.org/10.3390/ijms22179221

Neogi, T. (2019). Clinical practice. Gout. New England Journal of Medicine, 364(5), 443-452.

Nisa, S. A. (2021). Asuhan Keperawatan Pada Ny.N Dengan Gout Di Desa Kebonsari Kecamatan Rowosari. Universitas Islam Sultan Agung Repository.

Niswatin, D., Cahyawati, W. and Rosida, L. (2021) 'Literatur Review: Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Massa Otot pada Lansia', Homeostasis, 4[1], pp. 171-180. Available https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/hms/article/view/3378.

Nugroho, A. (2019). Hubungan Antara Obesitas dan Gout Arthritis pada Lansia di Kota Yogyakarta. Jurnal Ilmu Kesehatan, 11(3), 87–93.

Nugroho, R., Anwar, Y., & Lestari, D. (2021). Faktor risiko kejadian gout arthritis pada usia dewasa awal: riwayat keluarga dan konsumsi alkohol. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(1), 55–62.

Pisaniello, H. L., Lester, S., & Hill, C. L. (2021). Gout prevalence and predictors of urate-lowering therapy use: Results from a population-based study. Arthritis Research & Therapy, 23(1), 1-9. https://doi.org/10.1186/s13075-021-02450-w

Putra, I. W. A., Karmaya, I. N. M., & Sutjana, I. D. P. (2019). Hubungan indeks massa tubuh dengan kejadian gout arthritis pada lansia di Puskesmas Melaya I Kabupaten Jembrana. Intisari Sains Medis, 10(3), 808-812.

Putri, S. A., Naziyah, N., & Suralaga, C. (2023). Efektivitas Kompres Hangat pada Lansia terhadap Penurunan Nyeri Gout Arthritis di Posbindu Kemuning Baktijaya Depok. Malahayati Nursing Journal, 5(7), 2267-2279.https://doi.org/10.33024/mnj.v5i7.9047

Prasetya, A., Nugroho, S. P., & Lestari, R. (2019). Hubungan Obesitas dengan Kejadian Gout Arthritis pada Pria Dewasa di Kota Yogyakarta. Jurnal Ilmu Kesehatan, 7(2), 112–118.

Ramadhani, T., & Kurniawan, R. (2022). Faktor Risiko Kejadian Gout Arthritis pada Pria Dewasa: Studi Kasus di Klinik Pratama. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah, 10(1), 50–58.

Riskesdas. (2018). Profile Riskesdas 2018. Www.Riskesdas.Com.

Safiri, S., Kolahi, A. A., & Cross, M. (2023). Global, regional, and national burden of gout and its attributable risk factors in 204 countries and territories, 1990–2019: A systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2019. Arthritis & Rheumatology, 75(1), 88-102. https://doi.org/10.1002/art.42240

Singh, J. A., Gaffo, A., & Elshout, N. (2021). Gout: Epidemiology and risk factors. Nature Reviews Rheumatology, 17(10), 595-608. https://doi.org/10.1038/s41584-021-00679-y

Stamp, L. K., & Jordan, S. (2020). The challenges of gout management in the elderly. Drugs & Aging, 37(4), 255-263.

Sutrisno, A., & Maharani, D. (2021). Hubungan Pola Makan dan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Gout Arthritis pada Masyarakat Usia 40–60 Tahun. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 9(3), 180–188.

Wulandari, A. 2020. Pengetahuan Pola Konsumsi Makanan Tinggi Purin Dengan Pencegahan Gout Artritispada Masyarakat. E-Jurnal Sariputra Juni 2020, Volume.7(2)

Wulandari, S. (2020). Indeks Massa Tubuh sebagai Faktor Risiko Gout Arthritis di Puskesmas X. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 5(1), 45–51.

Wulandari, S., & Siregar, M. (2020). Hubungan konsumsi makanan tinggi purin dengan kadar asam urat pada penderita gout arthritis di Puskesmas X. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 12(2), 101–107.

Yanti, N. P., & Prasetya, R. A. (2023). Hubungan gangguan metabolik dan kadar asam urat dengan kejadian gout arthritis pada individu dengan IMT normal. Jurnal Ilmu Kesehatan Komunitas, 18(3), 144–151.

Yusuf, M., & Hartati, T. (2023). Hubungan IMT dan Gaya Hidup dengan Kejadian Gout Arthritis pada Usia Dewasa di Wilayah Perkotaan. Jurnal Kesehatan Komunitas, 11(1), 35–42.

Yokose, C., McCormick, N., & Choi, H. K. (2022). The role of obesity in gout and hyperuricemia. Current Opinion in Rheumatology, 34(2), 142-151. https://doi.org/10.1097/BOR.0000000000000866

Zeng J, Lawrence WR, Yang J, et al. (2021). Association between serum uric acid and obesity in Chinese adults. BMJ Open. 11:e041919. doi: 10.1136/bmjopen-2020-041919.

Zhang, Y., & Wang, J. (2021). Role of physical exercise in managing hyperuricemia and preventing gout flares. Frontiers in Medicine, 8, 675804. https://doi.org/10.3389/fmed.2021.675804

Zhu, Y., Pandya, B. J., & Choi, H. K. (2019). Prevalence of gout and hyperuricemia in the US general population: the National Health and Nutrition Examination Survey 2007–2008. Arthritis & Rheumatism, 63(10), 3136-3141.

Downloads

Published

2025-09-25