HUBUNGAN AKSES TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN DENGAN MOTIVASI MELAKUKAN PEMERIKSAAN KADAR GULA DARAH SECARA RUTIN DI POSYANDU DESA TERANTANG WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS TAMBANG

Authors

  • Thedy Iswandi Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Muhammad Nizar Syarif Hamidi Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Elvira Harmia Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

DOI:

https://doi.org/10.31004/jiik.v3i4.48800

Abstract

Menurut WHO (2019) ketidakpatuhan bagi penderita DM dalam mengontrol kadar gula darahnya secara teratur dapat berdampak buruk pada pengidap DM seperti:  kerusakan organ tubuh (ginjal, mata, dan saraf) sekitar 20 % , penyakit jantung 15 %, stroke 10%, infeksi kulit 25%, gangguan penurunan kesadaran 8%. Keberhasilan dalam pengontrolan DM tergantung pada motivasi dan kesadaran diri penderita itu sendiri. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan akses terhadap pelayanan kesehatan dengan motivasi melakukan pemeriksaan gula darah secara teratur di Posyandu Desa Terantang Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tambang. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 26 Mei-10 Juni 2025 di Desa Terantang wilayah kerja UPT. Puskesmas Tambang. Populasi dalam penelitian ini seluruh penderita DM yang terdata di Desa Terantang Wilayah Kerja Puskesmas Tambang berjumlah 94 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah lembar kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi-square dan hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara akses terhadap pelayanan kesehatan dengan motivasi melakukan pemeriksaan gula darah secara teratur di Posyandu Desa Terantang Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tambang. dengan nilai p value = 0,003. Hasil Penelitian ini diharapkan kepada responden untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin baik bagi yang sudah menderita DM maupun tidak sehingga dapat membantu mendiagnosis diabetes sedini mungkin, mengembalikan kondisi prediabetes menjadi normal, mengantisipasi naiknya gula darah dan mencegah terjadinya diabetes, dan mencegah percepatan terjadinya komplikasi.

References

Agustina.(2019).Self-Care in Type 2 Diabetes: A Systematic Literature Review on Factors Contributing to SelfCare among Type 2 Diabetes Mellitus Patients.[Tesis]. Linnaeus University.

Antari.(2017).Asuhan Keperawatan pada Sistem Endokrin dengan Pendekatan NANDA NIC NOC.Jakarta:Salemba Medika

Adiputra. (2018), Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta

Askandar.(2016). Hubungan Motivasi Diri Dengan Kepatuhan Diet Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2.Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan, 5(2), 137-145.

Alifah. (2017). Hubungan Pemanfaatan Akses Pelayanan Kesehatan pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Ranotana Weru Kota Manado Tahun 2016. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 7(4), 1-8.

Astanti. (2017). Hubungan Pengetahuan Dengan Perilaku Pengendalian Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus. J. Berita Ilmu Keperawatan 15, 87-92.

Brunner.(2017). Keperawatan Keluarga; Konsep Teori, Proses dan Praktik Keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Bhatt. (2016). Hubungan jarak tempuh pelayanan kesehatan, motivasi pasien dan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pasien Diabetes Mellitus. Jurnal Kesehatan, 7(2), 329-340.

Boch Niolson (2019). Edukasi Dengan Pendekatan Prinsip Diabetes Self Management Education (Dsme) Meningkatkan Perilaku Kepatuhan Diet Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Critical, Medical and Surgical Nursing Journal, 1(1).

Chandra.(2018).Faktor Resiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Kecamatan Cekareng Jakarta Barat Tahun 2012.Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1), 6-11.

_______. (2019). Patifisiologi (Konsep Klinis). Jakarta: EGC.

Decroli.(2019). Diabetes Melitus dan Penatalaksanaan Keperawatan.Yogyakarta:Nuha Medika.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, 2023 : Profil Kesehatan Provinsi Riau.

Dinkes Riau. (2021). Profil Kesehatan Provinsi Riau 2021. Dinas Kesehatan Provinsi Riau

Depkes RI. (2014). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2014. JAKARTA: Kementrian Kesehatan RI.

Depdikbud.(2015). Keperawatan Keluarga; Konsep Teori, Proses dan Praktik Keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu

Donsu,J.D.T.(2019).Psikologi Keperawatan.Yogyakarta:Pustaka Baru Press

Friedman.(2015). Faktor-faktoryang mempengaruhi motivasi penderita DM dalam pemeriksaan kadar gula secara teratur di Kuantan Singingi. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1), 68-11.

Fox. (2015). Pengaruh Motivasi Internal dan Eksternal terhadap Diabetes Self Management di Wilayah Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen. Jurnal Sistem Kesehatan, 1(2.)

Fajruni. (2021). Gambaran Motivasi Pasien Diabetes Melitus terhadap Upaya Pencegahan Ganggren dengan Perawatan Kaki di Poliklinik Endokrin RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. [Skripsi].Banda Aceh:Universitas Syiah Kuala.

Funakoshi. (2017). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi cek kadar gula darah di Desa Koto Benai Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi. Jurnal kesehatan, 6(2).

Fatih. (2010). Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Eksokrin dan Endokrin pada Pankreas.Yogyakarta:Graha Ilmu

Febrinasari. (2020). Pengetahuan Dan Motivasi Meningkatkan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus Tipe Ii. MEDISAINS, 15(3), 136-141.

Henrikson (2019). Edukasi Dengan Pendekatan Prinsip Diabetes Self Management Education (Dsme) Meningkatkan Perilaku Kepatuhan Diet Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2. Critical, Medical and Surgical Nursing Journal, 1(1).

Hastono.(2015).Gaya Hidup dan Penyakit Modern.Yogyakarta:Kanisius

Hasibuan. (2014). Peran Keluarga Dalam Merawat Klien Diabetik di Rumah. Jurnal Ners Lentera, 2(1).

Irwan., (2021). Hubungan Tingkat Pendapatan dengan Kejdian Diabetes MelitusTipe 2. J. of Pharmaceutical and Health Research 4, 134−140

International Diabetes Federation (IDF). (2021). Diabetes Atlas.Diperoleh tanggal 17 April 2024, dari http :// www. diabetesatlas. org/across-the- globe.html.

Inayberry.(2018). Faktor Resiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Kecamatan Cekareng Jakarta Barat Tahun 2012.Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1), 6-11.

Jones. (2016). Hubungan Akses Pelayanan Kesehatan Dengan Pemeriksaan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus. J. Berita Ilmu Keperawatan 15, 87-92.

Jannah, (2019). Hubungan Penderita Diabetes Melitus Terhadap Kepatuhan Pola Makan, Aktivitas Fisik, Kepatuhan Minum Obat Dengan Kadar Gula Darah (Studi Kasus Pasien Rawat Jalan Di Klinik Kitamura Pontianak) 2, 1–13.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.(2019). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kilvert. (2015). Pengaruh Motivasi Internal dan Eksternal terhadap Diabetes Self Management di Wilayah Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen. Jurnal Sistem Kesehatan, 1(2.)

Kee.(2017).Pedoman Riset Praktis untuk Profesi Perawat.Jakarta:Buku Kedokteran EGC

Koto.(2014).Psikologi Keperawatan.Yogyakarta:Pustaka Baru Press

Kusumawati. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Diabetes Melitus tipe II. Jurnal Majority, 5(2), 27-31.

Khatimah. (2019). Pengetahuan Dan Motivasi Meningkatkan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus Tipe Ii. MEDISAINS, 15(3), 136-141.

Lina Cahyaning Tyas. (2015). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pemeriksaan Gula Dara pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 7(02), 85-93.

Lestari,T.(2022). Hubungan jarak tempuh pelayanan kesehatan dengan kepatuhan diet pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Kecamatan Cekareng Jakarta Barat Tahun 2022. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 3(1), 6-12

Makatindu.(2021).Hubungan Motivasi dengan Pemeriksaan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Kecamatan Cekareng Jakarta Barat Tahun 2021. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1), 6-14

Mayberry. (2019). Patifisiologi (Konsep Klinis). Jakarta: EGC.

Maryam. (2018). Perawatan Diri Pada Pasien Diabetes Melitus. Publish Buku UNPRI PRESS; 2021;1(1)

Maryamah. (2020). Hubungan Hubungan Akses Pelayanan Kesehatan Terhadap Motivasi Pemeriksaan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. J. Medika Hutama 2, 1002-1010

Mustarim. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Diabetes Melitus tipe II. Jurnal Majority, 5(2), 27-31

Mahendra. (2018). Pemeriksaan Kadar gula darah Pada Pasien Diabetes Melitus. Publish Buku UNPRI PRESS; 2029;2(2)

Nototmodjo.(2018).Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan Pendekatan Praktis (Edisi 4.).Jakarta:Salemba Medika.

Nursalam. (2014). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Manajemen Diri Pasien DM Tipe 2. Jurnal Keperawatan BSI, 7(2), 114–126

Nasution. (2022). Perbandingan Kadar Glukosa Darah Antara Sampel Plasma NaF dan Plasma EDTA. 5(1), 51.

Nanda. (2023). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi penderita DM melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara teratur di Desa Koto Benai Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi. Jurnal Peternakan, 6(2).

Ozeolic.(2010). Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Eksokrin dan Endokrin pada Pankreas.Yogyakarta:Graha Ilmu.

PERKENI. (2019). Pedoman Penatalaksanaan Pemeriksaan Kadar Gula Darah. Jakarta: PB PERKENI Divisi Metabolik Endokrinologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.

Pratiwi (2015). Hubungan faktor risiko dengan kejadian diabetes mellitus. Jurnal Keperawatan; 2020;12(3):371-8.

Purnama, P. (2016). Hubungan jarak tempuh pelayanan kesehatan, motivasi pasien dan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pasien Diabetes Mellitus. Jurnal Kesehatan, 7(2), 329-340.

Prameswari. et.al (2019). Diabetes Mellitus Gestasional: Diagnosis dan Faktor Risiko. Jurnal. Medika Hutama, 03(01), 1545–1551

________. (2020). Diabetes Mellitus Gestasional: Diagnosis dan Faktor Risiko. Jurnal. Medika Hutama, 08(01), 1845–1651

Permenkes. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2008 Tentang Standar Pelayanan Minimal Pemeriksaan Kadar Gula Darah

Pociot, et a l (2010). Patifisiologi (Konsep Klinis). Jakarta: EGC

Pashar. (2018). Pedoman Riset Praktis untuk Profesi Perawat. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Qatrunnada, S.(2022). Hubungan Tingkat status ekonomi dan pengetahuan dengan Pengendalian Kadar Glukosa Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Penelitian Sains & Teknologi, 10(2): 130-13

Rahmadanti (2020). Hubungan antara akses pelayanan kesehatan dengan motivasi pemeriksaan kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe II Di rsud arifin achmad provinsi riau. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan, 1(2), 1-7.

Rambe. (2022). Pemeriksaan Kadar Glukosa Darah dengan Metode Easy Touch. 5(1), 51

Rasyid, (2018). Edukasi Pencegahan Komplikasi Diabetes Mellitus Pada Mata. J. Pengabdian Sumber Daya Manusia 1, 68–75.

Rizana.(2020). Hubungan Motivasi Diri Dengan Kepatuhan Diet Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2.Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan, 5(2), 137-145.

Ricordi. (2011). Peran Keluarga Dalam Merawat Klien Diabetik di Rumah. Jurnal Ners Lentera, 2(1).

Siti Arifah.(2018).Gaya Hidup dan Penyakit Modern.Yogyakarta: Kanisius.

Suddarth.(2017). Keperawatan Keluarga; Konsep Teori, Proses dan Praktik Keperawatan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sitorus, (2017). Hubungan Akses Pelayanan Kesehatan Terhadap Pengendalian Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. J. Riset Pangan dan Gizi 5, 26-35

Sulastri. (2022).Status Sosial Ekonomi Keluarga Dalam Merawat Klien Diabetik di Rumah. Jurnal Ners Lentera, 2(1).

Santi, (2020). Pengaruh Keterlibatan Aktif dalam Kelompok Dukungan (Persadia) terhadap Tingkat Kepatuhan Pengobatan Penderita Diabetes Mellitus di Puskesmas Pakis Surabaya. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 1(02).

Sardiman. (2017). Hubungan Antara Motivasi dengan Efikasi Diri Pasien DM Tipe 2 Dalam Konteks Asuhan Keperawatan di RSUP. H. Adam Malik Medan. In Universitas Indonesia. http:// lontar. ui.ac.id /file?file=digital/20282755-T Yesi Ariani.pdf

Soegondo.(2018). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Motivasi Psien DM dalam Pemeriksaan Gula Darah di Praktek Dokter Keluarga di Kota Tomohon. JIKMU, 5(3).

Schmitt. (2016). Lower‐Limb Risk Factors For Falls In People With Diabetes Mellitus. Diabetic medicine, 27(2):162-16

Setiati.(2014).Faktor Resiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Kecamatan Cekareng Jakarta Barat Tahun 2012.Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1), 6-11.

Suzzane.(2014).Gaya Hidup dan PenyakitModern.Yogyakarta:Kanisius.

Sukmawati, E. (2022).Status pendapatan Dalam melakukan pemeriksaan kadar gula darah Klien Diabetik di Rumah. Jurnal Ners Lentera, 2(1).

Skyler. (2011). Peran Keluarga Dalam Merawat Klien Diabetik di Rumah. Jurnal Ners Lentera, 2(1).

Tjokroprawiro.(2016).Hubungan Motivasi Diri Dengan Kepatuhan Diet Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2.Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan, 5(2), 137-145.

Tandara.(2014).Hubungan Motivasi Diri Dengan Kepatuhan Diet Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2.Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan, 5(2), 137-145.

Taufik. (2010). Hubungan Usia Dengan Selfcare Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Intan Husada: Jurnal Ilmu Keperawatan, 9(1), 21–30. https://doi.org/10.52236/ih.v9i1.205

Uhlis. (2019). Pengaruh Diabetes Self Management Education and Support (DSME/S) Terhadap Stres Pada Pasien Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Patrang Kabupaten Jember . Pustaka Kesehatan, 5(2), 268-275.

Wijaya.(2013).Buku Ajar Patofisiologi.Jakarta:EGC

Widayanti. (2015).Hambatan Akses Pelayanan Kesehatan dan Strategi Koping dalam Manejemen Perawatan Diri Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Jember Kidul Kabupaten Jember.

Wulandhani. (2014). Hubungan Pengetahuan dengan Motivasi Diri pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II dalam Melakukan Pemeriksaan Kadar Gula Darah di Wilayah Kerja Puskesmas Palaran Kota Samarinda. Borneo Student Research, 2(2), 872–878.

World Health Organization. 2019. World Health Statistics. Dunia : WHO

_______ 2023. Diabetes Fakta dan Angka. http://www. depkes.go. id>infodatin-diabetes

Widiyanti, (2020). Pengaruh Keterlibatan Aktif dalam Kelompok Dukungan (Persadia) terhadap Tingkat Kepatuhan Pengobatan Penderita Diabetes Mellitus di Puskesmas Pakis Surabaya. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 1(02).

Wulandari (2015).Hambatan Akses Pelayanan Kesehatan dan Strategi Koping dalam Manejemen Perawatan Diri Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Jember Kidul Kabupaten Jember.

Yulisetyaningrum. (2019). Diabetes Melitus: Review Etiologi, Patofisiologi, Gejala, Penyebab, Cara Pemeriksaan, Cara Pengobatan dan Cara Pencegahan. Jurnal UIN Alauddi

Yuryanti.(2014).Diabetes Melitus dan Penatalaksanaan Keperawatan. Yogyakarta:Nuha Medika.

Yanita, B. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Diabetes Melitus tipe II. Jurnal Majority, 5(2), 27-31.

Downloads

Published

2025-09-12