FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN UNMET NEED KB DI DESA TR.BANGUN KABUPATEN KAMPAR

Fitri Handayani

Abstract


Indonesia pada tahun 2003-2012 menunjukkan sebesar 8,6% dari perempuan status kawin adalah unmet need KB. Sedangkan pada tahun 2007 terjadi peningkatan sebesar 9,1% dan pada tahun 2012 menunjukkan angka kejadian unmet need KB sebesar 8,5%, hal tersebut menunjukkan bahwa hasil pembangunan yang telah dicapai masih relatif jauh dari target yang ditetapkan (BKKBN, 2012). Unmet need adalah Pasangan Usia Subur (PUS) yang tidak menginginkan anak, menginginkan anak dengan jarak 2 tahun atau lebih tetapi tidak menggunakan alat kontrasepsi. Desain penelitian ini adalah Analitik Kuantatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pada Wanita Pasangan Usia Subur dengan jumlah 1.517 Pasangan Usia Subur yang tidak menggunakan KB di Desa Tr.Bangun Kabupaten Kampar. Teknik sampel menggunakan Random Sampling, berjumlah 94 sampel. Alat pengumpulan data pada penelitian ini yaitu berupa kuesioner. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa adanya hubungan pedidikan dengan kejadian unmet need KB dengan p value 0,002 (p < 0,05), adanya hubungan pengetahuan dengan kejadian unmet need KB dengan p value 0,003 (p < 0,05), adanya hubungan dukungan suami dengan kejadian unmet need KB di Desa Tr.Bangun Kabupaten Kampar Tahun 2018 dengan p value 0,000 (p < 0,05). Diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan KB dan memberikan informasi dan konseling tentang pentingnya kontrasepsi untuk meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur oleh tenaga kesehatan

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Ardiana, I. ( 2012). Unmet Need Dalam Keluarga Berencana.BKKBN. http://www.bkkbn.go.id/view Artikel.aspx?ArtikelID

BKKBN, (2013), Badan Pelayanan kontasepsi & Pengendalian Lapangan Program KB Nasional, BKKBN, Jakarta.

_______. (2014), Badan Pelayanan kontasepsi & Pengendalian Lapangan Program KB Nasional, BKKBN, Jakarta.

BPS. (2014). Data Penduduk Indonesia 2014. Jakarta:Badan Pusat Statistik; 2014.

Depkes, RI. (2013) Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2013.

Jakarta

Katulistiwa, R. (2014). Determinan Unmet Need KB pada Wanita Menikah di Kecamatan Klabang. Artikel Ilmiah Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember.

Komalasari, Dini (2014). Pengertian Pendidikan Kesehatan. https://dinikomalasari.wordpress.com/2014/04/07/defenisi-tingkat-pendidikan/

Hidayat, Aziz Alimul, (2014). Metode Penelitian Kebidanan dan Tekhnik Analisa Data, Salemba. Medika, Jakarta.

Isa, M. 2009. Determinan Unmet Need Terhadap Program Keluarga Berencana di Indonesia. Universitas Indonesia.

Manuaba, IBG. (2009). Ilmu Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.

_____________. (2009). Ilmu Kebidanan dan Keluarga berencana untuk Bidan. Jakarta: EGC.

_____________. (2007). Keluarga Berencana. Jakarta: EGC.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: P.T Rineka Cipta.

______________. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Prilaku, Rineka Cipta, Jakarta.

_____________. (2002). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: P.T Rineka Cipta.

_____________. (2007). Metode Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta,

Jakarta.

Norma Nita, (2013).Kependudukan dan Pelayanan KB. Yogyakarta: Nuha Medika.

Parwirohadjo, Sarwono. (2014). Ilmu Kebidanan. Jakarta: YBPSP

___________________. (2009). Ilmu Kebidanan. Jakarta: YBPSP

Kementerian Kesehatan RI, (2013). RAN PELAYANAN KB 2014-2015. Jakarta:Kementerian Kesehatan RI.

Riskesdas, 2013, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, Kementrian Kesehatan RI.

Soehardjo, (2010) Statistik untuk Penelitian. Bandung : CV Alfabeta


Refbacks

  • There are currently no refbacks.