Edukasi Kesehatan Pijat Oksitosin Terhadap Tingkat Pengetahuan Produktivitas ASI Eksklusif Di Wilayah Puskesmas Tegalrejo, Yogyakarta

Authors

  • Risa Arieska Ministry of Health Polytechnic of Health Jakarta I
  • Kadek Agustina Puspa Ningrum Buleleng Health Sciences College
  • Ni Luh Linda Ayuni Tani Buleleng Health Sciences College
  • Ressa Andriyani Utami Ministry of Health Polytechnic of Health Jakarta I

DOI:

https://doi.org/10.31004/covit.v5i1.39966

Abstract

Makanan yang sempurna bagi bayi karena dianggap steril dan memiliki antibodi guna menyelamatkan bayi dari berbagai ancaman penyakit yang umum terjadi pada masa anak – anak adalah ASI. Pemberian ASI merupakan langkah yang efektif dan efisien untuk pertumbuhan dan perkembangan serta kelangsungan hidup bayi. UNICEF merekomendasikan agar bayi mendapatkan ASI dalam 24 jam pertama setelah kelahiran kemudian diberikan ASI secara ekslusif selama tepat enam bulan pertama kehidupan bayi yang artinya bayi tidak mendapatkan makanan atau minuman lain atau yang sering disebut dengan MPASI yang disediakan oleh ibu. Banyak faktor yang mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif diantaranya ; Faktor pemudah (pemahaman, pengetahuan, sikap, usia, nilai adat dan kebudayaan. Faktor pendukung (pendapatan keluarga, ketersediaan waktu, dan kesehatan ibu), Faktor pendorong (dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan). Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan merangsang pengeluaran hormone menyusui. Proses pengeluaran ASI dipengaruhi oleh beberapa hormone, yaitu prolactin dan oksitosin.Hormon oksitosin dapat dirangsang melalui pijat oksitosin. Pijat oksitosin dilakukan dengan cara memijat pada daerah punggung sepanjang kedua sisi tulang belakang sehingga diharapkan dengan dilakukan pemijatan ini, ibu akan merasa rileks dan kelelahan setelah melahirkan akan hilang sehingga produksi ASI meningkat. Memberikan penyuluhan kesehatan tentang pijat oksitosin diharapakan menjadi salah satu kunci mendukung keberhasilan ASI Eksklusif. Dengan adanya edukasi kesehatan dapat mengurangi resiko bayi yang tidak mendapat ASI Eksklusif kurang dari target cakupan ASI. Realisasi yang telah dilakukan antara lain penyuluhan kesehatan dengan ceramah tentang edukasi pijat oksitosin kepada Ibu post partum yang ada di Wilayah Puskesmas Tegalrejo, Yogyakarta. Hasil yang diperoleh dari kegiatan penyuluhan kesehatan ini ternyata ibu post partum sangat membutuhkan informasi yang benar dan tepat tentang pijat oksitosin, karena bila ibu memiliki pengetahuan yang cukup dan akan memiliki persepsi yang benar sehingga diharapkan produktivitas ASI akan bertambah.  

Downloads

Published

2024-12-29

How to Cite

Arieska, R., Ningrum , K. A. P., Tani , N. L. L. A., & Utami, R. A. (2024). Edukasi Kesehatan Pijat Oksitosin Terhadap Tingkat Pengetahuan Produktivitas ASI Eksklusif Di Wilayah Puskesmas Tegalrejo, Yogyakarta. COVIT (Community Service of Tambusai), 5(1), 1–7. https://doi.org/10.31004/covit.v5i1.39966

Issue

Section

Articles