PELATIHAN MANAJEMEN KEUANGAN PADA USAHA PENEK DI DESA PELAGA KECAMATAN PETANG

Authors

  • Ni Luh Ratniasih Institut Teknologi dan Bisnis STIKOM Bali

DOI:

https://doi.org/10.31004/covit.v5i1.15961

Abstract

Banten atau sesajen memiliki makna, fungsi dan bentuk yang berbeda – beda namun memiliki tujuan yang sama yaitu sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Salah satu bahan utama banten adalah penek, tumpeng, dan gibungan dan hampir semua banten menggunakan bahan tersebut. Kegiatan persembahyangan menggunakan banten atau sesajen oleh umat agama Hindu hampir dilakukan setiap hari sehingga kebutuhan akan penek, tumpeng, dan gibungan sangat tinggi. Berdasarkan kondisi tersebut, usaha penek, tumpeng, dan gibungan sangat berpeluang tinggi seperti usaha penek yang dimiliki oleh Ibu Wayan Ceraki. Usaha penek Ibu Wayan Ceraki merupakan salah satu usaha penek yang beralamat di Banjar Bukian, Desa Pelaga, Kecamatan Petang. Permasalahan utama yang ditangani dalam kegiatan ini adalah minim dan terbatasnya alat produksi, kurangnya pengetahuan mitra tentang manajemen keuangan. Permasalahan tersebut akan ditangani dengan pemberian alat produksi dan pelatihan manajemen keuangan. Indikator capaian adalah meningkatkan jumlah produksi mitra serta meminimalkan waktu produksi hingga 50%, mampu meningkatkan pengetahuan mitra dalam manajemen keuangan hingga 100%.

Downloads

Published

2024-12-30

How to Cite

Ni Luh Ratniasih. (2024). PELATIHAN MANAJEMEN KEUANGAN PADA USAHA PENEK DI DESA PELAGA KECAMATAN PETANG. COVIT (Community Service of Tambusai), 5(1), 1–7. https://doi.org/10.31004/covit.v5i1.15961

Issue

Section

Articles