Analisis Evaluasi Program Kurikulum 2013 Dan Kurikulum Merdeka

Authors

  • Heroza Firdaus PGMI Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Azkya Milfa Laensadi PGMI Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Gupo Matvayodha PGMI Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Fitri Nauli Siagian PGMI Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
  • Ika Aryastuti Hasanah PGMI Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

DOI:

https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i4.5302

Abstract

Implementasi kurikulum 2013 sangat berbeda dengan kurikulum sebelumnya, masih banyak kendala yang kita ketahui sangat mempengaruhi hasil belajar,  baik  dari  segi  media  yang digunakan, penilaian pada kurikulum 2013 lebih rumit dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya kemudian metode yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran yang ingin diajarkan belum efektif atau bahkan tidak sesuai dengan materi yang ingin disampaikan.Berdasarkan  pada  kajian  literatur yang telah dilakukan, kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, dikenal dengan kebijakan Merdeka Belajar. Kebijakan ini meliputi 4 hal: ujian sekolah berstandar nasional (USBN) dikembangkan oleh sekolah masingmasing; ujian nasional  (UN)  berubah  menjadi  asesmen  kompetensi  minimum  dan  survei karakter; kebebasan pendidik untuk mendesain rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP);   danfleksibilitas   dalam   peraturan   penerimaan   siswa   baru   (PPSB). Kebijakan Merdeka Belajarmemiliki karakteristik yang menekankan pada kreativitas, orientasi pembelajaran pada pemecahan masalah, pembelajaran berbasis tuntutan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, serta sistem penilaian yang komprehensif. Hal ini berdampak pada kebutuhan pengembangan evaluasi pembelajaran. 

Downloads

Published

2022-07-08

How to Cite

Firdaus, H. ., Laensadi, A. M. ., Matvayodha, G. ., Siagian, F. N. ., & Hasanah, I. A. (2022). Analisis Evaluasi Program Kurikulum 2013 Dan Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(4), 686–692. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i4.5302