PENGARUH ELEVASI KAKI TERHADAP TEKANAN DARAH PASCA SPINAL ANESTESI PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DI RSU MITRA SEJATI MEDAN
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v5i2.27189Keywords:
Elevasi Kaki, Seksio Sesarea, Spinal Anestesi, Tekanan DarahAbstract
Sectio Caesarea merupakan prosedur pembedahan untuk mengeluarkan janin melalui insisi di dinding abdomen (laparatomi) dan dinding uterus atau histerektomi, dan pasien biasanya akan mengalami penurunan tekanan darah pasca spinal anastesi. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh elevasi kaki terhadap tekanan darah pasca spinal anestesi pada pasien sectio caesarea. Penelitian quasy eksperimen dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Penelitian di Rumah Sakit Umum Mitra Sejati Medan. Populasi penelitian sebanyak 90 orang. Pemilihan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dalam tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji paired sample t-test pada taraf kepercayaan 95% (a = 0,05). Karakteristik pasien seksio sesarea di Rumah Sakit Umum Mitra Sejati Medan berusia 20-35 tahun (61,2%), tidak pernah bersalin seksio sesarea sebelumnya (70,0%), dan indeks massa tubuh (IMT) dalam kategori gemuk (80,0%). Elevasi kaki berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik ibu seksio sesarea pasca spinal anestesi di Rumah Sakit Umum Mitra Sejati Medan, nilai signifikan tekanan darah sistolik yaitu p = 0,000 dan t = -23,141, sedangkan tekanan darah diastolik yaitu p = 0,000 dan t = -20,507. Pemberian elevasi kaki dengan tinggi 20° selama 15 menit dapat meningkatkan tekanan darah pasca spinal anestesi pada pasien seksio sesareaReferences
Asih, N. P. W. R. (2022). Efektivitas Elevasi Kaki Terhadap Heart Rate Dan Tekanan Darah Pada Pasien Pasca Spinal Anestesi. Institut Teknologi Dan Kesehatan Bali.
Chesnut, D. H., Polley, L. S., Tsen, L. C., & Wong, C. A. (2009). Obstetric Anesthesia, Principles And Practice (4th ed.). Mosby Elsevier.
Cunningham, F., Leveno, K., Bloom, S., Hauth, J., Rouse, D., & Spong, C. (2018). Williams Obstetrics. The Mcgraw Hill Companies.
Fithriana, D. (2019). Pengaruh Elevasi Kaki Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Pasien Dengan Tindakan Anestesi Spinal Di Rsud Kota Mataram. PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 5(2), 14–23.
Flora, L., Redjeki, I. S., & Wargahadibrata, A. H. (2014). Perbandingan efek anestesi spinal dengan anestesi umum terhadap kejadian hipotensi dan nilai Apgar bayi pada seksio sesarea. Jurnal Anestesi Perioperatif, 2(2), 105–116.
Gaba, D. M., Fish, K. J., Howard, S. K., & Burden, A. R. (2015). Crisis Management In Anesthesiology (2nd ed.). Elsevier.
Geerts, B. F., van Den Bergh, L., Stijnen, T., Aarts, L. P. H. J., & Jansen, J. R. C. (2012). Comprehensive review: is it better to use the Trendelenburg position or passive leg raising for the initial treatment of hypovolemia? Journal of Clinical Anesthesia, 24(8), 668–674.
Hasanin, A., Aiyad, A., Elsakka, A., Kamel, A., Fouad, R., Osman, M., Mokhtar, A., Refaat, S., & Hassabelnaby, Y. (2017). Leg elevation decreases the incidence of post-spinal hypotension in cesarean section: a randomized controlled trial. BMC Anesthesiology, 17, 1–6.
Hidayat. (2012). Studi Komparasi Posisi Head Down Dan Elevasi Kaki Terhadap Kejadian Hipotensi 15 Menit Pertama Spinal Anestesi Pada Pasien Sectio Caesarea di RSUD Solok. ITEKES Bali.
Kemenkes RI. (2019). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Mahendra, D. P. (2018). Pengaruh Elevasi Kaki Terhadap Hemodinamik Pada Pasien Lansia Pasca Spinal Anestesi Diruangpemulihan Rsud Wates Kulonprogo Yogyakarta. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Manuaba. (2017). Pengantar Kuliah Obstetri. EGC.
Mercier, F. J., Augè, M., Hoffmann, C., Fischer, C., & Le Gouez, A. (2013). Maternal hypotension during spinal anesthesia for caesarean delivery. Minerva Anestesiol, 79(1), 62–73.
Oroh, A., Yudono, D. T., & Siwi, A. S. (2022). Pengaruh Elevasi Kaki Terhadap Tekanan Darah pada Pasien Sectio Caesaria Dengan Spinal Anestesi di Instalasi Kamar Bedah Rumah Sakit Tk. Ii Robert Wolter Mongisidi Manado. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(7), 6857–6864.
Oxorn, H., & Forte, W. R. (2018). Patologi & Fisiologi Persalinan (1st ed.). Andi.
Pratama, M. A., Fuadi, I., & Hakim, D. D. L. (2020). Gambaran Skor Apgar pada Seksio Sesarea Antara Anestesi Spinal dan Anestesi Umum di RSUP Dr. Hasan Sadikin Periode Januari–Juni 2019. Jurnal Anestesi Perioperatif, 8(1), 24–31.
Puspitasari, A. I. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipotensi Pada Pasien Dengan Spinal Anestesi Di RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Rustini, R., Fuadi, I., & Surahman, E. (2016). Insidensi dan Faktor Risiko Hipotensi pada Pasien yang Menjalani Seksio Sesarea dengan Anestesi Spinal di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung. Jurnal Anestesi Perioperatif, 4(1), 42–49.
Sucipto, I. W. (2020). Efektivitas Elevasi Kaki Terhadap Kestabilan Tekanan Darah Pada Pasien Sectio Caesaria Dengan Spinal Anestesi.
Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sukarja, I. M. (2015). Elevasi Kaki Efektif Menjaga Kestabilan Tekanan Darah pada Pasien dengan Spinal Anastesi. Jurnal Gema Keperawatan, 8(1), 16–19.
Sumelung, V., Kundre, R., & Karundeng, M. (2014). Faktor–Faktor Yang Berperan Meningkatnya Angka Kejadian Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Umum Daerah Liun Kendage Tahuna. Jurnal Keperawatan, 2(1).
Tanambel, P., Kumaat, L., & Lalenoh, D. (2017). Profil penurunan tekanan darah (hipotensi) pada pasien sectio caesarea yang diberikan anestesi spinal dengan menggunakan Bupivakain. E-CliniC, 5(1).
Villeco, J. P. (2012). Edema: a silent but important factor. Journal of Hand Therapy, 25(2), 153–162.
Wiknjosastro, H. (2018). Ilmu Kebidanan (4th ed.). Yayasan Bina Pustaka.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Suryanto Suryanto, Kaslinda Nur Umifa, Theresia Angela Samosir
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).