EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI RIMPANG KENCUR (KAEMPFERIA GALANGA L.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB PENYAKIT GIGI DAN MULUT
DOI:
https://doi.org/10.31004/jkt.v3i4.10523Keywords:
Kaempferia galanga L.,, Rimpang Kencur, Minyak Atsiri, AntibakteriAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri minyak atsiri rimpang kencur terhadap bakteri penyebab penyakit gigi dan mulut. Minyak atsiri diisolasi menggunakan metoda destilasi uap air, rendemen yang dihasilkan adalah sebesar 0,465 %. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar terhadap bakteri uji Streptococcus mutans ATCC 31987, Streptococcus pyogenes ATCC 19615 dan Porphyromonas gingivalis ATCC 33277. Variasi konsentrasi minyak atsiri rimpang kencur yang digunakan adalah 20%, 15%, 10%, 5%. Hasil pengamatan uji aktivitas antibakteri minyak atsiri rimpang kencur (Kaempferia galanga, L) didapat diameter hambat rata-rata pada bakteri Streptococcus mutans ATCC 31987 berturut - turut 14,7 mm; 11,6 mm; 8,7 mm dan 7,2 mm. Pada bakteri Streptococcus pyogenes ATCC 19615 berturut-turut 19,5 mm; 14,8 mm; 13,8 mm; dan 9,3 mm dan pada bakteri Porphyromonas gingivalis ATCC 33277 berturut-turut 16,3 mm; 13,7 mm; 8,3 mm dan 7,3 mm. Dari data tersebut didapat bahwa konsentrasi 5 % masih menunjukkan adanya zona hambat dan menunjukkan bahwa minyak atsiri rimpang kencur (Kaempferia galanga, L) efektif terhadap bakteri Streptococcus mutans ATCC 31987, Streptococcus pyogenes ATCC 19615 dan Porphyromonas gingivalis ATCC 33277. Kandungan utama minyak atsiri rimpang kencur yang diperoleh dari identifikasi menggunakan kromatografi gas-spektrofotometri massa (GC-MS) adalah Ethyl Cinnamate (65,98%), Ethyl p-methoxycinnamate (23,65%).References
Andries, juvensius R., Paulina N. Gunawan, Aurelia Supit. (2014). Uji Efek Anti Bakteri Ekstrak Bunga Cengkeh Terhadap Bakteri Streptococcus mutans Secara In Vitro. Jurnal e-GiGi (eG). Vol 2. No.2.
Cappuccino, James G. (2009). Manual Laboratorium Mikrobiologi. Jakarta: EGC Medical Publisher.
Copriady, J., Miharty dan Herdini. (2002). Gallokatekin: Senyawa Flavonoid Lainnya dari Kulit Batang Rengas. Jurnal Natur Indonesia. 4(2): 54-49.
Depkes RI. (1995). Farmakope Indonesia (Edisi IV). Jakarta : Departemen Kesehatan RI.
Difco Laboratories, (1997). Difco Manual of Dehydrated Culture Media and Reagent for Microbiology and Clinical Laboratory Procedure. 9th edition. Michigan Detroit: Difco Laboratories.
Djamal, R. (2012). Kimia bahan alam : prinsip-prinsip dasar isolasi dan identifikasi. Padang : Universitas Baiturrahmah.
Guenther E. (2006). Minyak Atsiri. (Jilid I), diterjemahkan oleh S. Ketaren. Jakarta : Universitas Indonesia.
Hafid, A., F. (2002). Pemanfaatan Fraksi Minyak Atsiri dari Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) untuk Produksi Asam Sinamat secara Hidrolisis. Research Centre of Tradisional Medicine Airlangga University.
Hasanah, Nur Aliya, Fikri Nazarudin, Ellin Febrina, dan Ade Zuhrotun. (2011). Analisis Kandungan Minyiak Atsiri dan Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia galangal L.). Jurnal Matematika dan Sains.Vol 16 Nomor 3.
Jawetz, M., and Adelberg. (2001). Mikrobiologi Kedokteran. Edisi XX, terjemahan Edi Nugroho. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
K.P., Kochuthressia, S. John Britto, Jaseentha M.O, dan Rini Raphael. (2012). Invitro Antimicrobial Evaluation of Kaempferia Galanga L. Rhizome Extract. Am. J. Biotechnol. Mol. Sci., 2(1) : 1-5.
Maria, Riska Sukma. (2010). Perbandingan Daya Hambat Ekstrak Etanol Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Eschericia coli, Staphyllacoccus aureus, Salmonella tiphy. Jember : Universitas Jember.
Nareswasri, Adniana. (2010). Perbedaan Efektifitas Obat Kumur Chlorhexidine Tanpa Alkohol Dibandingkan Dengan Chlorhexidine Beralkohol Dalam Menurunkan Kuantitas Koloni Bakteri Rongga Mulut. Surakarta : Universitas Sebelas Maret.
Swastini, I Gusti Ayu Putu. (2013). Kerusakan Gigi Merupakan Fokal Infeksi Penyebab Timbulnya Penyakit Sistemik. Jurnal Kesehatan Gigi. Vol 1 No.1
Tewtrakul, Supinya, Supreeya Yuenyongsawad, Sopa Kumee, and Latthya Atsawajaruwan. (2005). Chemical Components and Biological Activities of Volatile oil of Kaempferia galangal Linn. Songklanakarin J.Sci. Vol 27 (Suppl. 2) : Thai Herbs
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Geri Febriyanto
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).